Perempuan

Perempuan

Kau lihat ia, begitu ambisius mengejar karir, begitu semangat meraih mimpi, namun tetap saja ia lebih bahagia berada dirumah sederhananya bersama si bapak dan anak
Kau lihat ia, seakan-akan tidak ingin berkeluarga, namun tetap saja ia selalu punya mimpi masa kecil menjadi pengantin tercantik kelak
Kau lihat ia, begitu sibuk mengejar hal, namun tetap saja ia ingin duduk berdua si bapak di teras, berpegangan tangan sambil mendengar si anak teriak riang, ‘mama’
Kau lihat ia, begitu tak ada masalah, riang dengan senyumnya, namun tetap saja ia ingin ditemani di waktu malam, ingin berdua mengarungi kehidupan
Kau lihat ia, selalu mengaku ingin dipuji karena kepintarannya, namun tetap saja ia akan dengan tanpa sadar tersenyum bahagia ketika si bapak bilang ia cantik rupanya
Kau lihat ia, begitu mandiri kemana-mana, seolah sendiri adalah bahagia, namun tetap saja ia akan sumringah dengan adanya teman untuk berjalan bersama
Kau lihat ia, begitu sulit diterka hatinya, namun tetap saja ia perempuan, diam-diam menangis di balik pintu kamar
Kau lihat ia, berlagak bisa dan tak perlu bantuan, namun tetap saja akan merasa tersentuh dengan pemberian tangan ketika menyebrangi jalan
Kau lihat ia, begitu sulit dibaca hatinya, begitu kuat terlihat, begitu lihai menipu raga
Kau lihat ia, begitu halus nyatanya, begitu sederhana inginnya, dan begitu sedikit harapnya
Kau lihat ia, tolong lihat lebih saksama, begitu takut jiwanya, begitu rapuh hatinya
Kau lihat ia, penuh dengan rahasia, dengan hal yang tidak mudah diketahui
Kau lihat ia, seringkali sibuk dengan imajinasinya, sibuk dengan ceritanya
Kau lihat ia, tidak meminta tapi diam-diam berharap pelukan hangat ketika ketakutan atau jaket ketika kehujanan
Kau lihat ia, ah penuh dengan ego dirinya, enggan meminta namun lompat kegirangan ketika dimasakkan makanan kesukaan
Kau lihat ia, tidak selalu bisa bermanja di genggaman, namun tetap saja mencumbumu sewaktu kau lengah
Kau lihat ia, kuat dan tak butuh bantuan, namun tetap saja menginginkan tumpuan ketika mulai lelah berpijak
Dan
Kau lihat ia, tak selalu pintar menyatakan cinta, namun akan dengan tulus dan malu-malu membuktikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s