Kita bukan Rumah

Kita bukan Rumah

Dulu kita mengira bahwa kita ini adalah rumah – menuju satu sama lain untuk bahagia; mencari satu sama lain untuk melepas lelah; merindukan satu sama lain agar bisa kembali nyaman.

Rupanya kita salah, ternyata kita hanyalah tempat persinggahan – tempat untuk berhenti sejenak ketika jiwa ini lelah bercerita; ketika penat mulai menguasai pikiran.

Sekarang kita sama-sama paham bahwa rumah bukanlah kita, bukan aku dan kamu bersama. Rumah adalah ia yang belum sama-sama kita temukan. Rumah adalah ia yang tak hanya dirindukan tapi juga diperjuangkan; yang tak hanya dituju saat susah tapi juga saat senang; yang membuat kita nyaman luar biasa. Dan aku terdiam sejenak, ternyata benar adanya, kita tidak pernah menjadi rumah untuk satu sama lain. Kita hanya singgah sebentar. Maka, harapanku, semoga kita sama-sama menemukan rumah kita pada akhirnya, rumah yang memang kita idamkan sejak lama, rumah yang bisa membuat kita mantap untuk melangkah.

Dan, sayangku, rumah itu bukan kamu, begitupun bukan aku bagimu. Semoga kita nanti akan sama-sama menemukan rumah, yang dengannya kita bisa labuhkan semuanya, dan bukan hanya sekadar singgah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s