Hujan

Hujan

Hujan mengguyur Ibu Kota
Membangunkan ia yang tertidur lelap
Semua terlihat sunyi  – tak ia sangka, bahkan kesunyian pun indah
Ia pergi menuju jendela, melihat embun yang menempel disana
Jendelanya berkabut, ia lihat, menambah kemagisan suasana pagi ini
Duduk pun ia, di sudut ruangan, masih melihat hujan
Rupanya, ia salah mengira, hujan tidak menghapus rindu semalam
Hujan justru membuatnya bertambah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s