Dia.

Dia.

Berbicara tentang dia yang gue suka, mungkin tidak hanya tentang fisik rupawan atau otak cemerlang. Ini juga tentang dia yang bisa bikin gue super puitis.

Tentang dia yang selalu gue inget ketika gue nonton film romantis, ketika gue denger lagu romantis. Dia yang sepertinya begitu cocok dengan lirik lagu indah itu, dengan gambaran sempurna, dengan ungkapan yang entah bisa gue katakan langsung atau enggak. Dia, yang menjadi alasan mengapa Mila percaya pada cinta.

Gue percaya pada cinta, pada akhir bahagia, pada penerimaan apa adanya, pada senyum manis yang terukir, pada kenangan indah yang akan diingat selamanya. Gue percaya pada cinta, pada kekasih jiwa, pada belahan jiwa, pada pasangan hidup satu-satunya, pada malam sepi berubah menjadi malam penuh tawa. Gue percaya pada dia yang pergi lalu kembali, dia yang bodoh lalu menyesal, pada kebetulan yang akan membawanya kembali.

Gue percaya pada kenangan lalu yang lebih indah, pada kenangan lalu yang memiliki dia, pada kenangan lalu ketika gue dan dia begitu dekat. Gue percaya pada semuanya, pada cinta juga pada sakit hati, pada senyum juga pada air mata, pada lagu juga pada jerit sesal, pada sedih juga pada senang, pada akhir bahagia.

Gue percaya pada perasaan, pada surat yang tertulis, pada kepolosan anak kecil, pada ketulusan. Gue percaya kalo dia akan selamanya di hati gue bukan karena gue dan dia bersama tapi karena dia membuat gue merasakan apa yang gue gak tau sebelumnya. Gue percaya pada cinta sejati, gue berharap itu dia.

Gue percaya pada ungkapan bahwa apa yang menjadi milikmu, akan menjadi milikmu. Gue percaya bahwa dia milik gue baik dulu dan selamanya meski ruang dan waktu masih begitu jelas berbeda. One day.

Dan gue percaya bahwa rindu dan doa itu melintasi dunia, mengalahkan jauhnya jarak, menerobos dinding setebal keangkuhan, mengalahkan ego diri sendiri dan menguatkan perasaan. Mungkin itu sebabnya kenapa Tuhan menciptakan jarak – agar kita bisa berdoa dan juga merindu; juga agar kita menghargai kehadiran dan ketulusan; juga agar kita dapat mencintai lebih baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s