Tumbuh.

Tumbuh.

“Sekalipun kebaikan, terkadang tidak bisa dipaksakan”

Mungkin pernyataan diatas tepat untuk sebagian dari kita, tepat untuk perasaan ku saat ini.

Sebagian ingin menjadi pintar, tapi enggan untuk berubah, enggan untuk belajar dari yang bisa.

Sebagian ingin menjadi pintar, mereka bersemangat mencari pengetahuan, mendekati orang-orang yang pintar, mendekati orang-orang yang dengan baiknya mau mengajari mereka.

Sebagian ingin menjadi hebat, mendapat peringkat tinggi, menjadi insan baik lahir batin, tapi mereka enggan menghabiskan waktunya membaca, berdiskusi, mengajar.

Sebagian ingin menjadi hebat, mendapat peringkat tinggi, menjadi insan baik lahir batin, mereka bersemangat mengkaji, berdiskusi, bertanya.

Sebagian ingin menjadi pintar, tapi enggan bertanya. Sebagian ingin menjadi pintar, tapi merasa puas dengan ilmunya sehingga enggan mencari lebih banyak atau mengkaji lebih dalam.

Sebagian sering berucap, “Aku ingin seperti A yang pintar Matematika” tapi ucapan hanya ucapan tanpa aksi yang nyata.

Sebagian sering bermimpi menjadi orang lain yang hebat, yang pintar, tapi apa yang dilakukan jelas 180 derajat berbeda.

Sebagian mempunyai gagasan brilian, ide cemerlang, mimpi besar, tapi terhenti dalam penerapan.

Sebagian mempunyai gagasan, tapi abai dan menjadikan gagasan itu bak angin yang hanya lewat.

Sebagian mempunyai gagasan, tapi terlalu lemah untuk memperjuangkannya.

Sebagian itu, semoga bukanlah kita.

Sebagian mempunyai gagasan dan dengan semangat memperjuangkannya.

Sebagian menyadarai kebodohannya dan dengan rendah hati terus belajar.

Sebagian menyadari ketidakbermanfaatannya waktu dan dengan bijak memilih aktifitas lain.

Sebagian menyadari adanya orang-orang keren disekitarnya dan belajar dari mereka.

Sebagian menyadari bahwa proses amat berat tapi tetap semangat menjalaninya.

Sebagian menyadari dangkalnya pemahaman maka mereka terus bertanya.

Sebagian ingin menjadi baik dan berusaha untuk menjadi baik.

Sebagian membuktikan, tidak hanya menginginkan – berjuang, tidak hanya duduk manis menerima – berusaha, tidak hanya pasrah tanpa tenaga.

Dan sebagian ingin tumbuh – tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, pintar, dan bermanfaat.

Sebagian ingin melakukan kebaikan meskipun tak banyak dukungan, ingin berkarya meskipun berat tantangan, ingin membuat gerakan meskipun sepi peminat.

Sebagian menyadari bahwa medan yang dihadapi tidaklah mudah, tapi mereka tetap bertahan, berjuang, bersemangat, dan tidak akan menyerah. Satu alasan untuk ini: karena mereka ingin tumbuh.

Karena mereka ingin tumbuh – menjadi lebih baik, membuang semua alasan sepele, membulatkan tekad. Dan kita semua, tanpa terkecuali, mempunyai kesempatan untuk itu, untuk tumbuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s