Britain and Europe!

Britain and Europe!

Hari ini gue sama Shasa pergi ke Monas untuk melihat sebuah pameran yang bertajuk “The World Royal Heritage”. Gue tau info ini dari facebook dan twitter British Embassy Jakarta, tanpa pikir panjang, gue langsung bbm Shasa dan ngajakin dia untuk liat pameran ini. Alhamdulillah dia mau ikut dan akhirnya pada hari Sabtu kita pun meluncur ke Monas. 

Kita janjian di Stasiun Pondok Cina jam 9 pagi, kemudian kita naik kereta jurusan Jakarta-Kota dan turun di Stasiun Gondangdia. Awalnya gue gak terlalu paham kalo naik kereta, dari mulai beli tiket, turun dimana, dan lain sebagainya. Tapi ternyata semua itu mudah dan gak se-rumit yang gue pikir. Setelah sampai di Stasiun Gondangdia, kita pun menaiki bajaj (setelah sekian lama, akhirnya gue naik bajaj lagi dan rasanya lumayan seru) menuju Monas. Biaya bajaj nya adalah Rp.15.000. Akhirnya kita sampai di Monas dengan cuaca yang cukup panas. Kita pun langsung masuk ke ruang pameran Monas di bawah dan membeli tiket seharga Rp.3000 untuk mahasiswa. Sesampainya di ruang pameran, kita disambut dengan berbagai foto dari beberapa kerajaan di Eropa. Ada kerajaan Swedia, Norwegia, Denmark, Portugal, dan pastinya Inggris. Sayangnya, booth nya kecil banget dan informasi yang diberikan juga tidak terlalu lengkap. Gue langsung bergegas menuju booth Britain dan menurut gue booth Britain ini adalah yang paling besar dibandingkan dengan booth negara lain. Gue langsung berfoto dengan gambar kereta kencana khas Britain, penjaga Buckingham Palace, Buckingham Palace dan telephone box. KEREN BGT. Yang paling keren itu Buckingham Palace karena gambarnya jelas dan lebar banget. Membuat kita, para pengunjung, seakan-akan sedang berada di Inggris. Setelah beberapa menit berfoto, gue sama Shasa duduk lesehan untuk melihat hasil foto kita di tab nya Shasa. Lumayan capek dan haus padahal cuma foto-foto doang. Kemudian kita mengedit foto-foto itu supaya hasilnya lebih bagus.

Setelah itu, kita ber2 memutuskan untuk pulang. Tapi, Shasa dengan semangatnya berkata, “Mil, kita nonton 99 cahaya aja yuk?” dan gue menjawab dengan muka lelah, “Sekarang sa? setelah dari Monas?” dan ia pun menjawab dengan anggukan pasti. Walaupun capek, gue pun menyanggupi ajakan Shasa untuk nonton film itu. Gue pengen liat keindahan Eropa dalam film itu. Akhirnya, gue dan Shasa pun pulang naik kereta dan turun di Stasiun Pondok Cina. KIta memutuskan untuk nonton film itu di Detos bersama Icha. Alhasil, kita ber3 pun nonton film itu. Film 99 cahaya di langit Eropa ini adalah sebuah film berdasarkan novel karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Mahendra. Film ini bercerita tentang pengalaman Hanum dengan jilbab, islam, dan kehidupan. Menurut gue film ini lumayan bagus. Kita bisa melihat keindahan Paris dan negara Eropa lainnya dalam film ini, kita juga bisa mengetahui tentang Islam.

Setelah menonton film, kita langsung mencari tempat untuk makan. Akhirnya kita memutuskan untuk makan di Lotteria. Setelah makan, kita pun pulang ke rumah. Gue sampai rumah sekitar pukul 7 malam. Capeeeeek banget dan kepala gue juga pusing, tapi semuanya mengesankan. Weekend ini benar-benar gue manfaatkan untuk jalan-jalan dan menghibur diri. 

🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s